Minggu, 10 Januari 2016

Mantapkan program kerja 2016, BP3TKI Lampung adakan rapat awal tahun

Bandarlampung, BNP2TKI, Selasa (05/01) Mengawali tahun anggaran 2016, BP3TKI Lampung mengadakan rapat persiapan pelayanan penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia untuk internal BP3TKI Lampung.

Rapat yang dibuka dan dipimpin langsung oleh kepala BP3TKI Lampung, Sri Haryanti, SE., MM ini dimulai sejak pukul 09.30 hingga pukul 10.00 WIB di ruang rapat.

Seiring dengan meningkatnya penilaian kinerja oleh Kemenpan-RB, para pegawai khususnya yang berada di daerah dan bersentuhan langsung dengan ctki/tki dituntut mampu meningkatkan kinerjanya. “Seluruh pegawai di BP3TKI Lampung harus mampu meningkatkan kinerjanya, baik dalam pelayanan serta tertib administrasi” ujar Sri.

Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) turut pula menjadi bahasan dalam rapat. Dalam waktu dekat BP3TKI Lampung akan segera melakukan soft launching LTSP yang letaknya di bagian belakang kantor.

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi BP3TKI Lampung kedepannya mengingat dengan diresmikannya LTSP tersebut maka komitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan aman bagi setiap CTKI dan TKI menjadi tugas bersama bagi para unsur pelaksana didalamnya secara terpadu dan terkoordinasi.

Saat ini persiapan sarana dan prasarana serta unsur-unsur pelaksana pendukung  LTSP sudah hampir rampung dan dalam tahap pemantapan.


Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai hal-hal yang dianggap perlu guna mendukung kepentingan unit kerja, seperti hak dan kewajiban para pegawai serta aturan-aturan internal bagi setiap pegawai di lingkungan BP3TKI Lampung. “Kita harus memaksimal yang baik dan saling menegur untuk kebaikan organisasi” tutup sri. (BP3TKI-LAMPUNG/ASBG)

source: BNP2TKI.GO.ID

Senin, 04 Januari 2016

BP3TKI Lampung: PAP Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Perlindungan TKI

Bandarlampung, BNP2TKI, Selasa (05/01) - Terwujudnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkualitas dan bermartabat merupakan peran penting Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Hal tersebut dapat diwujudkan seiring dengan meningkatnya penempatan TKI formal.

Sesuai amanat UU No.39 tahun 2004 di pasal 31, 69, dan 95 disebutkan bahwa PAP (Pembekalan Akhir Pemberangkatan) bagi Calon TKI adalah bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pemahaman dan bekal bagi calon TKI, agar mereka mempunyai kesiapan mental dan tambahan wawasan untuk bekerja ke luar negeri. Adapun materi inti yang diberikan yaitu tentang peraturan perundangan di negara penempatan, materi perjanjian kerja, dan materi lain yang dianggap perlu.

Sepanjang tahun 2015, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Lampung telah melaksanakan PAP kepada 2.162 orang TKI Formal. Jumlah tersebut didominasi oleh TKI berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 1.612 dan 550 perempuan. Seluruh TKI yang diberikan edukasi dalam PAP tersebut semuanya akan bekerja di Malaysia.

Dalam PAP, Calon TKI diberikan materi tentang Peraturan Perundang-undangan di negara tujuan penempatan, Perjanjian kerja, Pengenalan budaya dan adat istiadat negara penempatan, Pembinaan mental kepribadia dan Bahaya Narkoba, Pola hidup sehat, serta bahaya perdagangan manusia.

Selain itu, BP3TKI Lampung bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) & Bank mandiri Cabang Lampung telah menjalin kerjasama untuk memberikan sesi edukasi keuangan setelah Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP). Pemberian materi edukasi perbankan ini diisi oleh Karyawan Bank BRI dan Bank Mandiri Cabang Lampung. Secara umum, calon TKI diberikan materi mengenai pentingnya mengelola keuangan, langkah-langkah menabung dan metode pengiriman uang dari luar negeri. Di akhir sesi ini juga calon TKI dibuatkan rekening khusus TKI oleh bank.

Kepala BP3TKI Lampung, Sri Haryanti, menyatakan bahwa tambahan sesi mengenai edukasi perbankan ini merupakan komitmen bersama antara BP3TKI Lampung, BRI Lampung dan Bank Mandiri Lampung, dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan dan pengiriman uang bagi calon TKI. Calon TKI yang akan diberangkatkan ke luar negeri beberapa hari setelah PAP ini diharapkan dapat langsung menerapkan ilmu perbankan, baik ketika mengirim uang maupun menyimpan uang.

"Usaha perlindungan TKI di luar negeri dimulai dari kesadaran Calon TKI mengenai konsekuensi dan persiapan tentang pekerjaan di negara penempatan, TKI harus memiliki kemampuan dasar untuk melindungi dirinya sendiri dengan cara memahami prosedur kerja yang jelas. PAP adalah salah satu usaha pemerintah untuk memperkuat hal tersebut," ungkapnya.*** (Humas - BP3TKI Lampung/ASBG)  

source: bnp2tki.go.id

Rabu, 23 Desember 2015

BNP2TKI: Pentingnya Persiapan Sebelum Memutuskan Bekerja di Luar Negeri

Lampung Timur, BNP2TKI, Rabu (23/12)Keputusan seseorang untuk menjadi buruh migran atau yang biasa disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seringkali tidak mempertimbangkan risiko dan berbekal informasi yang kurang. Pertimbangan dan bekal informasi yang tidak cukup dari seorang calon TKI seringkali berujung berbagai masalah. Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung hari ini Rabu (23/12) melaksanakan kegiatan sosialisasi prosedur penempatan tenaga kerja luar negeri di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.
 
Hadir sebagai narasumber Sri Haryanti, SE., M.M selaku kepala BP3TKI Lampung dan Kepala Subdirektorat Sosialisasi BNP2TKI, Joko Purwanto serta Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Lampung Timur, Budi Yul Hartono.
 
Kegiatan yang dikemas dalam diskusi panel ini dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri dari ibu PKK, masyarakat umum, LSM serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Labuhan Ratu. Sosialisasi Prosedur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) dilakukan sebagai upaya pencegahan dini bagi Calon TKI non prosedural.
 
Berdasarkan sumber data yang diperoleh dari Pusat Penelitian & Informasi (Puslitfo) BNP2TKI sampai dengan 30 November 2015,  Provinsi Lampung berada pada urutan 5 (lima) dalam proses penempatan tenaga kerja luar negeri dan Lampung Timur adalah kabupaten penyumbang terbesarnya.
 
Kasubdit sosialisasi BNP2TKI, Joko purwanto berulang kali menekankan pentingnya memperoleh informasi yang cukup sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri. Pemerintah tidak dalam posisi mendorong-mendorong warga Lampung Timur untuk bekerja keluar negeri namun apabila masyarakat Lampung Timur belum berkesempatan mendapatkan pekerjaan didalam negeri dan ingin bekerja di luar negeri bekerjalah melalui prosedur yang benar. “Melaporlah ke Dinsosnakertrans atau BP3TKI untuk mendapatkan informasi,  jangan mudah terkecoh dengan iming-iming dari para calo atau tekong,” ungkap joko
 
Upaya mewujudkan TKI yang bermartabat dan berkualitas sejatinya haruslah dilakukan sejak proses penempatan. Oleh karena itu BNP2TKI tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya kerjasama lintas sektoral yang saling berkesinambungan.
 
“Tentu ini tugas kita bersama, dan kami dari Dinas Sosial Tenaga Kerja Lampung Timur turut serta pula dalam upaya mewujudkan hal tersebut,” tambah Budi Yul.
 
Sementara itu, Kepala BP3TKI Lampung, Sri Haryanti mengungkapkan bagaimana bermigrasi secara aman. Menjadi TKI merupakan keputusan yang penting, maka persiapkanlah diri dengan baik ujar Sri “Jangan mengubah atau membiarkan orang lain mengubah data identitas diri,” tutupnya. 
 
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut para peserta terlihat antusias dengan aktifnya komunikasi antara narasumber dan peserta saat sesi tanya jawab berlangsung.
 
Salah seorang peserta sosialisasi, Rudi yanto yang sempat merasakan bagaimana meruginya menjadi TKI non prosedural mengungkapkan pengalamannya sehingga menginspirasi masyarakat yang hadir untuk tidak berangkat secara non prosedural/illegal.
 
Dihadapan para peserta dan narasumber dirinya mengajak peserta sosialisasi untuk tidak menjadi TKI non prosedural  “Pelajaran bagi saya dan untuk kita tentunya, jangan coba-coba berangkat secara illegal,” tutup rudi. (Humas-BP3TKI-LAMPUNG/ASBG).

source: bnp2tki.go.id

Rabu, 02 Desember 2015

jangan ditiru~




Earphones In
Volume Up
Ignore The World~

Let It Be





"Never expect. Never assume. Never ask. Never demand. Just let it be. If it’s meant be, it will happen.
The way you want things to be"


Sampai dengan gue mengutip ini, gue masih percaya dan mengalami ini (let it be) semua sudah ditakdirkan dan gue hanya harus terus keep moving, berusaha semampunya dan menyerahkan sepenuhnya sama sang pencipta.
#stayselow

Selasa, 24 November 2015

HIDUP KITA ADALAH FILM TERBAIK


ROCKET ROCKERS - HIDUP KITA ADALAH FILM TERBAIK 






Aku, kamu dan mereka adalah peran utama, bukan sekedar figuran, sandiwara ini nyata, hingga pada saatnya mati…Adegan demi adegan, setiap detik ‘kan terekam, takkan dapat ‘tuk di rewind, mari t’rus kita jalankan, hingga pada saatnya mati…
Berlari terjatuh, berjalan, merangkak, bahagia, terluka, menangis dan tertawa, menjadi bagian yang terindah
Saat nafas pertama, hidup kita dimulai, kamera t’lah berputar tuk mengambil gambar…Maka berbahagialah, karena kita semua, menjadi yang terpilih dan mendapatkan peran…nikmatnya….
Planet bumi adalah, panggung kita termegah, maka lakukan pertunjukan yang terbaik…

Senin, 23 November 2015

Haru Biru Hiasi Suasana Penyerahan Jenazah TKI Siti Nurjanah asal Lampung Timur

Lampung, BNP2TKI, Senin (23/11) -- Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung fasilitasi  Jenazah TKI a.n Siti Nurjanah (26) ke rumah keluarganya pada Sabtu (21/11).

Suasana haru tampak terlihat ketika jenazah Siti Nurjanah tiba di rumah duka. Beberapa orang terlihat ingin mencoba berkumpul melihat peti yang sedang diturunkan dari mobil Ambulance.

Dengan bantuan dari beberapa warga, peti jenazah pun dipindahkan ke ruang tamu. Melalui komando dari Meidi, petugas perlindungan dan pemberdayaan BP3TKI Lampung , serah terima jenazah pun dibuka bersama dengan perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten lampung Timur dengan disaksikan oleh perwakilan PPTKIS yang memberangkatkan, keluarga serta tokoh masyarakat setempat bertempat di rumah keluarganya di Dusun V RT 03/05 Desa Banjar Agung Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur pada sabtu (22/11) pukul 00.30 WIB.

Setelah prosesi penyerahan jenazah, secara bersama-sama peti jenazah kemudian dibuka. Sontak tangis orang tua serta keluarga besar almarhumah pun pecah.

Alm. Siti Nurjanah diberangkatkan oleh PT. Fortunatama Insani sejak 2013 silam ke Taiwan sebagai care taker.

“Selama masa kerjanya, almarhumah dikenal baik sebagai seseorang yang ulet dalam bekerja” tutur Adik kandung almarhumah, Yudi, yang juga menjadi seorang TKI di Taiwan.

Menurut Nuryanto Koirsadi, selaku suami almarhumah. Sejak beberapa bulan belakangan Siti kerap kali mengeluh sakit dibagian kepalanya ketika dihubungi via telepon.

Pada tanggal 22 September 2015, almarhumah dirawat di Kaohsiung Medical University. Keesokan harinya (23/09) dilakukan scanning pada bagian kepala siti yang kemudian diketahui bahwa terdapat tumor di otaknya.

Mengetahui kabar tersebut, yudi kemudian menghubungi suami dan orang tua siti di Indonesia untuk mengabarkan perihal kondisi Siti Nurjanah.

Melalui hasil musyawarah keluarga di Indonesia, disepakati bahwasanya akan diambil tindakan lebih lanjut mengenai Siti Nurjanah yang dikuasakan kepada Yudi selaku adik kandungnya.

Pada kamis (24/09) diambil tindakan operasi terhadap Siti Nurjanah. Pasca operasi keadaan siti kian memburuk, alamarhumah mengalami masa-masa kritis hingga pada pukul 02.55 A.M waktu setempat (19/10) almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Dibandingkan dengan peralatan medis di Indonesia, di Taiwan lebih maju, mas” manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang memutuskan tutup Yudi.

Mengenai sisa gaji ketika bekerja di Taiwan serta asuransi, BP3TKI Lampung akan terus memonitoring dan memfasilitasi hingga hak-hak almarhumah terpenuhi seluruhnya.***(Humas-BP3TKI LAMPUNG/ASBG)

source: bnp2tki.go.id