Minggu, 18 November 2012

Sepultura, Psms, David Kennedy AVA in Djarum Rock Fest 2012 (Cerita Belakang Layar)

Perjalanan ini dimulai ketika diri ini dilanda keraguan untuk bertolak ke Jakarta me'restart' beban otak karena urusan di kampus yang datang silih berganti. Hari itu kamis tanggal 9 november 2012, sepulangnya gue dari rumah kos teman kampus dibilangan Rajabasa, tidak jauh dari kampus Universitas Lampung tiba-tiba henpon gue berdering dengan nada khas seriosa ala Andrea Bocelli yang terdengar lantang terdengar, sontak gue kaget melihat nomor yang tertera di layar henpon dengan panggilan dengan nomor awal +62251. Dalam hati gue bergumam "bah! nomor mana ini? kode area mana? apa gue menang kuis djarum rock fest kemarin ya?" gue yang ketika itu sedang menunggangi Bruno (motorhead kesayangan gue) langsung segera menjawab telpon dari nomor yang nggak gue kenal itu dan benar saja, telpon tadi adalah pemberitahuan pemenang kuis dari pihak vendor djarum super yang menangani acara djarum rock fest 2012 yang akan digelar lusa.

"hahaha~ mayan mayan SEPULTURA eui! gaek! legends! oldskull!"
Sepanjang perjalanan gue pulang gue berusaha memutar kembali ingatan jangka panjang gue dengan Sepultura. pertanyaan kalasik macam kenapa gue suka sepultura gue tanyakan kembali ke diri gue sendiri.


Esok harinya, jumat malam gue pun berangkat bersama teman pankrox asal pringsewu yang biasa gue panggil pakde. Sebelumnya kami berdua memang merencanakan untuk pergi ke Jakarta untuk menghadiri event Pesta Media yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) di Galeri Nasional JKT di hari yang sama tetapi karena pemberitahuan sebagai pemenang free pass djarum rock fest ini, gue terpaksa mengurungkan niat gue untuk menghadiri acara Pesta Media dan bertolak ke Senayan untuk hura hura (sori ya pakde! hahaa~).

Sabtu sore itu gue datang dengan gembira, bermodalkan 3500 gue bisa mencapai venue Djarum Rock Fest yang dihelat di Lapangan D Senayan itu. Sepanjang perjalanan dari pintu masuk senayan ke venue acara (mayan jauh mayan) gue menemui banyak pasukan - pasukan kiamat yang memakai baju hitam *halah (baca: Troops Of Doom, salah satu lagu gaek Sepultura di awal kemunculannya) dan satu hal absurd gue temui saat itu bersama seorang bapak - bapak yang kalo dilihat dari tampilannya macam anak buah Hercules Rosario yang lagi ngejaga parkiran konser!

                        Bapak yang gue kira anak buah Herculez: Dek udah punya tiket?
                        gue: udah pak
                        Bapak yang gue kira anak buah Herculez: ini ada tiket nih, korting deh
                        gue: enggak pak, udah punya
                        Bapak yang gue kira anak buah Herculez: kalo ada kasih saya ya dek, saya mau nonton juga
                        gue: *bergumam dalam hati* "loh? lau ini calo tiket kok minta tiket! fak!"

gue pun ngeloyor bergegas mencapai gate venue yang nggak jauh didepan mata gue, disitu gue sudah berjanji temu muka dengan sosok bernama Rian yang telpon gue sebelumnya. Gue pun dikasih dua buah free pass yang bebas gue gunakan (mau dikasih teman bisa, buat nonton PSMS besoknya juga boleh) ohya, FYI PSMS itu projekannya Mike Portnoy 'Ex-Dream Theatre' bersama kance lamanya Derek Sherenian di band yang sama serta Billy Sheehan dari MR.Big. Ya, meskpun secara pribadi gue tidak menyukai aliran njelimet macam itu dan alhasil esoknya sebuah opera proggresive dari PSMS dengan terpaksa gue tonton.

balik lagi ke #Day1, gue yang saat itu datang sendirian dan kayanya memang ke'pagi'an buat dateng terpaksa jalan jalan kecil mengitari arena venue yang memang cukup asing dan luas bagi gue. Tidak berada jauh dari pintu masuk, di bagian kanan kita bisa liat berbagai macam booth-booth yang menjual merchandise band, alat musik sampai beer. Sementara dibagian kiri terdapat sebuah banner acara yang digunakan oleh sebagian besar orang untuk mengabadikan gambar sebagai tanda 'Trisno Was Here, blablabla was.... bukan nama sebenarnya'.  Kemudian Whatever Stage sebagai welcoming stage berada ditengah ujung jalan dari keduanya.

Masuk lebih kedalam ternyata dua stage nan megah sudah berdiri menantang penonton yang masuk, hilir mudik SPG menyegarkan suasana sore itu. *phuh kece kece sumpah, ini baru spg! :p

Sekian banyak band yang menjadi headliner di ketiga panggung, tidak ada nama besar yang gue ketahui yang mungkin juga dapat berfungsi sebagi 'penarik massa' untuk hadir bagi penonton lain. Mungkin hanya RI 1 (Roy, Ivan Boomerang bersatu), Trashline serta 7 Kurcaci yang gue lihat sebagai nama besar wakil dari scene independent atau mayor. Yang lainnya? entahlah, memang gue yang kurang memperhatikan lagi band ke'kini'an atau
*BERSAMBUNG


@ndruuHC
Senin, 19 November 2012








Rabu, 03 Oktober 2012

Lirik: Homicide - Tantang Tirani

Homicide: Aktif mengkritik sejak 1994 hingga 2007


Homicide? terdengar asing memang untuk ukuran pengetahuan musik teman teman dizaman sekarang. Kelompok Hip Hop Bandung ini memang sudah sejak tahun 2007 dibubarkan oleh om Heri Sutresna atau biasa kita kenal dengan UCOK Homicide.

Memahami pikiran Ucok sama halnya menyelami dalamnya samudera pasifik, tak berbatas!
Kemunculannya pada dekade 1994 memberikan kejutan bagi dunia musik di Indonesia, khususnya lagi musik hip-hop. Homicide dikenal karena lirik-liriknya yang tidak biasa dan kritik-kritiknya yang sangat tajam akan kondisi sosial maupun politik yang terjadi. Lirik Homicide begitu tajam dan sangat mengena kesetiap obyek yang dikritiknya, sesuatu yang sangat jarang ditemui dalam berbagai varian band musik yang ada di Indonesia. Apa yang dilakukan Homicide ini tentu bukan tanpa resiko, apalagi mengingat kondisi sosial yang kurang demokratis, tidak terbuka, serta tidak terbiasa dengan berbagai bentuk perdebatan dan argumentasi. Namun semua itu tidak membuat nyali Homicide ciut dan berhenti berkreasi saat itu.

Kayanya yang ngaku dirinya aktivis aktipis atau apalah tai kucing macam itu, baiknya dengar ini lagu homicide. Ya, saran sih untuk mengembangkan pola pikir saja biar itu pikiran jangang standar serdadu. coba berfikir jendral lah! <---- sok paham -.-
ohya, catatan buat yang baru akan menyelami homicide, siapkan mental dulu yaa, ini band luar biasa menurut gua, bagi mereka yang otaknya tumpul terpakai buat mikir politik praktis tak usah coba coba deh, salah interpretasi nanti!
hahaa~ smartass!



LIRIK BULAN INI
- KARENA SETIAP AKSARA MEMBUKA JENDELA DUNIA -
Apa yang kamu interpretasikan denga gambar ini?

Artist: Homicide
Tittle: Tantang Tirani
  • [Spoken]
    Ini adalah monumen tengat kesabaran dan angkara
    Satu barisan, ribuan mimpi
    Titik berangkat yang tak pernah dapat kami datangi kembali
    Terbuang serupa fotokopian pamflet aksi di setiap perempatan
    Harapan kami akan berakumulasi menyaingi nyalak senapan kalian!
    Kami merayap dalam lamat menyaingi hantu-hantu pesakitan
    Hingga waktu kalian mencapai tengat…

    Titipan angkara mereka yang tak bisa lagi bersuara
    Ini muara seluruh murka lawas yang kehilangan nyawa
    Dalam hitungan langkah kami akan isi angkasa
    Dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara
    Terlalu kentara manuver mereka memplot penjara
    Hukum, moral, kebebasan, batas surga dan neraka
    Merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara
    Menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara
    Sebelum waktu yang banal jumud berkanal
    Semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal
    Biarkan mereka lafaz semua peringatan yang mereka hafal
    Setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal
    Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
    Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
    Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
    Kawan, mana kepalan kalian?!

    [Chorus]
    Serupa biksu Burma di hadapan moncong senapan
    Serupa malam Januari yang menandai Chiapas
    Serupa seruan Chavez di depan muka Amerika
    Serupa tangan Intifadha yang melempar batu di Palestina
    Serupa siklus ronta kota pasca Genoa
    Serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan
    Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

    Kami menolak menjadi bidak, sekedar sekrup dan tumbal
    Target pemasaran sampah industri kapitalis global
    Sekedar hidup lurus dalam dikte penguasa arus
    Sekedar kalian tahu kami akan bertahan sampai mampus
    Kalian awetkan hegemoni dengan balsam mumi anti-teror
    Kombinasi intel dan preman menebar horor
    Kalian kerangkeng kami dengan pembenaran semantik
    Kami rancang kalam puitik yang lebih bersenjata dari ribuan manifesto politik
    Kaya semakin kaya, miskin semakin papa
    Kalian dapat berlindung di balik ocehan nasib dan samsara
    Lakukan apapun termasuk menjadi tuhan
    Kami akan berdiri di sini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan
    Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
    Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
    Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
    Kawan, mana kepalan kalian?!

    [Chorus]
    Serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik
    Serupa panen terakhir para petani penggarap
    Serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran
    Serupa pilihan terakhir Pasifis di hadapan ancaman pasar
    Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap
    Serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara
    Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

    [Spoken II]
    Kami akan bangun kembali godam dari reruntuhan dan berangkal harapan
    Keyakinan yang menyaingi semua manual langitan
    Esok akan terlalu terlambat, hari ini atau tidak sama sekali!
    Meski kalian coba bunuh kami berkali, kami akan lahir berkali bergenerasi
    Harapan meski sebutir pasir di lautan yang menyapa setiap kawan
    Dan menagih setiap jemari yang pernah menjanjikan kepalan
    Untuk menggetarkan nyali para tiran!

    [Soundclip dari orasi di lapangan]
    Kawan-kawan, dengarkan kawan-kawan!
    Komando ada di tangan saya, jangan terpancing provokasi!
    Kawan-kawan, tunjukkan pada mereka kita tak akan bergeming hari ini, kawan-kawan!
    Komando ada di tangan saya. Satu langkah untuk pembebasan!
    Hitung mundur dari sekarang!!

Ada yang bilang Homicide itu Atheis,  Komunisme Bentuk Baru, Agnostik dan lain sebagainya COBA KALIAN DENGARKAN SAJA LAGU MEREKA UNTUK TAHU APA HOMICIDE ITU !

Homicide in actions !



Rabu, 03 Oktober 2012
23:08

Jumat, 07 September 2012

Lirik: Seringai - Lagu Ini Tidak Sependek Jalan Pikiranmu


LIRIK BULAN INI
- KARENA SETIAP AKSARA MEMBUKA JENDELA DUNIA -
Serigala Militia
Artist: Seringai
Tittle:  Lagu Ini Tidak Sependek Jalan Pikiranmu


Ya,, lagu ini memang berdurasi sangat singkat, hanya 10 detik & memang tidak sependek jalan pikiran orang - orang dikampus gua yg menyebut dirinya aktivis. hahaa smart ass~
Di edisi kedua, rubrik "Lirik Bulan Ini" gue sangat tertarik mengangkat sebuah lagu milik Seringai yang terdapat dalam album serigala militia, dengan durasinya yang relatif begitu singkat yaitu sekitar 10 detik sementara pada booklet yang terdapat dalam album yang gue beli beberapa tahun lalu, lirik yang tercantum begitu banyak.

Coba kalian simak baik - baik liriknya?

"Arinat usisal. Ikitat imelum. Akenan umasuk. Akinat umesum. Iketun idalak. Akanan umesuh. Katana mahuku. Acedon ulahik. Bumila satari. Acikot alinil. Utalan aperih. Kikasu medupa. Bikasa bemipu. Cikota limilu. Ciketotana limahiluku!"


 "Akinat Umesum... Umesum!" begitulah kalimat yang hanya akan kita dengar jika mendengarkan lagu ini.


Generasi Menolak Tua !


Apa sebenarnya makna implisit didalamnya? surat dari orang mars kah? atau ini adalah sebuah kode harta karun terbesar abad ini? *berlebih-lebihan* memang hahaa.
Rasa penasaran ini kemudian membawa saya mencari sumber terpercaya dari internet mengenai lagu ini. Dari temuan yang saya dapat dari tulisan Anzarra ternyata memang lagu ini diciptakan untuk dipecahkan artinya bagi pendengar. Dan dia lah yang berhasil memecahkan arti lagu ini selain teman teman dekat seringai tentunya.

Beginilah temuannya

Arinat Usisal = Anus Rasa Itil.
Ikitat Imelum = Itil Kamu Item.
Akenan Umasuk = Anus Kamu Enak.
Akinat Umesum = Anus Kamu Item.
Iketun Idalak = Itil Kuda Enak.
Akanan Umesuh = Anus Kamu Aneh.
Katana Mahuku = Kamu Anak Tahu.
Acedon Ulahik = Aduh Coli Enak.
Bumila Satari = Bisa Ular Mati.
Acikot Alinil = Akan Coli Itil.
Utalan Aperih = Ular Tapi Aneh.
Kikasu Medupa = Kamu Isep Kuda.
Bikasa Bimepu = Babi Isep Kamu.
Cikota Limilu = Coli Itil Kamu.


Komentarmu?
sudahkah berhasil dipecahkan? memang sengaja tidak diberikan rumusnya dari sumber. Dan saya sudah mengerti polanya.
cikota cikota ~
hahaa.

Jumat, 7 September 2012
02:59

Rabu, 22 Agustus 2012

Lirik: Efek Rumah Kaca - Hilang

Prolog:
Seringkali kita menyukai sebuah penyanyi/band karena lirik yang disampaikannya. Ya, luapan emosi, ekspresi kesedihan atau kegembiraan, aksi protes bahkan hinaan makian terproyeksi dalam sebuah lirik yang ingin disampaikan sang pencipta lagu.
Dari lirik kita merenung, meresapi bahkan belajar "Karena setiap aksara membuka jendela dunia" ya setidaknya itulah sebuah kutipan sederhana bermakna mendunia dari sebuah band pop minimalis Efek Rumah Kaca.
Kesukaan seseorang akan lagu tertentu juga terkadang merupakan sebuah ungkapan isi hatinya yang bisa tersampaikan oleh lagu. Sehingga seringkali kita melihat seseorang begitu larut secara emosional karena lagu tertentu.

Ya, mulai detik ini saya berencana mengutip lirik lirik menarik dari sebuah penyanyi/band setiap bulannya yang kiranya sesuai dengan apa yang sedang saya pikirkan dan tentunya, its not mainstream! ya entah sejak kapan saya begitu tidak suka bila terllalu banyak sorang yang menyukai apa yang saya suka, smartassyouallposer!!!

LIRIK BULAN INI
- KARENA SETIAP AKSARA MEMBUKA JENDELA DUNIA -

Efek Rumah Kaca

Artist: Efek Rumah Kaca
Tittle : Hilang

Rindu kami seteguh besi
Hari demi hari menanti
Tekad kami segunung tinggi
Takut siapa ? semua hadapi..

Yang hilang menjadi katalis.. Disetiap Kamis
Nyali berlapis..
Marah kami senyala api
Didepan istana berdiri..

Yang hilang menjadi katalis.. Disetiap Kamis
Nyali berlapis..
Yang ditinggal takkan pernah diam,
Mempertanyakan kapan pulang ?

Dedy Hamdun HILANG Mei 1997
Ismail HILANG Mei 1997
Hermawan Hendrawan HILANG Maret 1998
Hendra Hambali HILANG Mei 1998
M Yusuf HILANG Mei 1997
Nova Al Katiri HILANG Mei 1997
Petrus Bima Anugrah HILANG Maret 1998
Sony HILANG April 1997
Suyat HILANG Februari 1998
Ucok Munandar Siahaan HILANG Mei 1998
Yadin Muhidin HILANG Mei 1998
Yani Afni HILANG April 1997
Wiji Tukul HILANG Mei 1998

                                              Hilang – Efek Rumah Kaca (Amnesty International Compilation,2010)

Hilang Hilang Hilang Hilang Hilang ..............



Kamis 23 Agustus 2012
Dini Hari, 03:04 WIB



Jumat, 17 Agustus 2012

Pasta Gigi Melati (Segarkan Imajinasimu)



(Click This)
For Watching at Youtube's Channel



Tugas akhir mata kuliah periklanan ilmu komunikasi
Universitas Lampung 2012


Ringgung Production
Ringgung? Riza Agung :p 

Produser               : M. Umarudinsyah M.
Sutradara              : Rully Saktian Putra
Asisten Saturdara   : Anju Frans Laurent
Kameramen           : M. Khairil Anwar & Aryanti Widyaningrum
Penata Suara         : Dimas Adi Jayasakti & Andrew SB Gumay A.K.A @ndruuHC
Penata Artistik       : Reza Christian, Ricky Ferryan Panji, Budiman Wijaya

Talent: Dimas Adi Jayasakti

Dosen Pembimbing:   Ahmad Riza Faisal, S. Sos Imdll
                                 Agung Wibawa, S. Sos., M. Si


Pasta Gigi Melati (black & white)

 
For Watching at Youtube's Channel



Tugas akhir mata kuliah periklanan ilmu komunikasi
Universitas Lampung 2012

#Ide Cerita : Indra Julianta
#Sutradara : Indra Julianta
#Kameramen : Radhit Gugi
#DOP : Sofia
#Talent : Isa Dede, Andrew SB Gumay A.K.A @ndruuHC


Dosen Pembimbing:   Ahmad Riza Faisal, S. Sos Imdll
                                 Agung Wibawa, S. Sos., M. Si

Frau - Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa


(Click This)
For Watching at Youtube Channel.

# Tugas Produksi Siaran TV Ilmu Komunikasi Unila 2011

# Cast : M. Indra Bangsawan, Fellicia Cholifa
# Sutradara : Indra Julianta
# Camera : Radhit Gugi
# ADUNATUN Motion Picture

================================================================

Artist: Frau
Tittle: Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa
Album: Starlit Carousel



Lirik lagu : 

Direntang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal dan membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
seperti takkan pernah pulang (yang menghilang)
Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang, karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

SumberFrau.BandCamp.com