Minggu, 22 November 2015

just saying I

“Aku tak pernah lupa mensyukuri karunia.
Mentertawakan luka, menangisi gembira”

Netral, “Haru Biru”
album Putih, 2005.

Selasa, 17 November 2015

Deputi Penempatan : KUR TKI Untuk Kurangi Beban TKI

Lampung, BNP2TKI, Rabu (18/11) -- BNP2TKI melakukan sosialisasi program pembiayaan penempatan TKI ke Luar Negeri melalui sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk TKI di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. KUR TKI ditujukan agar  bisa mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung TKI.

Demikian disampaikan Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro dalam sosialiasi KUR TKI yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI)  dan PT. Assalam Karya Manunggal, PT Sahabat Putra Pendawa, dan PT. Assalam Karya Manunggal Putra.

Sosialisasi yang dikemas dalam temu wicara tersebut menghadirkan Pemerintah Daerah, Calon TKI, Tokoh Masyarakat Lampung sebagai sarana penguatan penyampaian informasi, dilaksanakan Senin (16/11/2015) di Sribawono, Kabupaten Lampung Timur.

Deputi Penempatan mengatakan,  Pemerintah berkeinginan agar TKI terus mengalami peningkatan dari semua segi. Salah satunya  dengan menurunkan beban biaya bunga untuk penempatan dan dalam upaya mengindari hutang dengan bunga tinggi dengan cara penyaluran KUR TKI yang bunganya  jauh lebih rendah.

“Dengan adanya KUR TKI ini, biaya bunga pinjaman yang dikeluarkan calon TKI lebih rendah, lebih jelas dan berdampak langsung kepada calon TKI” ungkap Agusdin.

Ia mengatakan, pemberlakuan bunga KUR sebesar 12 % mulai 1 November 2015, bisa mengurangi beban yang selama ini ditanggung TKI.
"Maklum para tenaga kerja yang sulit memperoleh akses perbankan itu terpaksa meminjam dari rentenir dengan bunga tingginya hingga mencapai 30 persen. Dengan bunga baru yakni 12 persen efektif, setara 7 persen flat, maka akan sangat membantu TKI. Beban akan berkurang sekitar Rp.2 juta per TKI," ujarnya.

Dia menambahkan, KUR akan dialokasikan kepada kurang lebih 75 ribu debitur serta juga dimanfaatkan untuk biaya pelatihan dan menyiapkan dokumen dan transportasi. Ia menambahkan, biaya angsuran KUR tidak dikenakan biaya tambahan bagi TKI. Angsuran pinjaman TKI akan didebet dari rekening TKI karena gaji dari majikan juga dimasukkan dalam rekening TKI tersebut.

Menurut data BNP2TKI, biaya penempatan TKI berbeda-beda. Biaya TKI untuk penempatan di Hongkong mencapai sekitar Rp 14 juta, Taiwan Rp 17 juta dan Singapura Rp 13 juta. Biasanya TKI melunasinya dalam waktu enam hingga sembilan bulan. Dengan suku bunga KUR yang baru, maka beban bunga dan administrasi yang  ditanggung TKI untuk penempatan HongKong turun dari sekitar Rp 4 juta menjadi Rp 1,2 hingga Rp1,3 juta.

Agusdin minta kepada PPTKIS bersama agency untuk terus menerus memantau majikan dan TKI di negara penempatan, hingga kontrak kerja selesai. Pemantauan ini juga sangat efektif bila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan majikan dan TKI.

 "Bila penyaluran KUR berjalan dengan semestinya, maka para TKI yang notabene merupakan pahlawan devisa tersebut akan memperoleh kemudahan mulai dari pembiayaan, proses rekrutmen dan pemberangkatan ke negara penempatan, jaminan pembayaran gaji, kemudahan remitansi kepada keluarga dan pendampingan supaya penghasilan dipakai untuk usaha yang produktif," jelasnya.

Terhitung sejak tanggal 1 November 2015, BNP2TKI telah menghentikan sistem pembiayaan penempatan calon TKI melalui lembaga keuangan/koperasi simpan pinjam.

Adapun Bank pelaksana KUR TKI ini yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI,  Maybank dan Sinarmas. KUR TKI merupakan program pemerintah untuk membantu masalah keuangan TKI karena bunga pinjaman sebesar 24 % akan disubsidi pemerintah sebesar 12%, sisanya sebesar 12 % akan dibayar oleh TKI dengan skema cicilan maksimal selama 36 bulan.

Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro, Kepala BP3TKI Palembang Sri Haryanti,  PPTKIS Assalam Group, Taufik Efrianto, Head Of Remittance Busines Development Bank BRI.***(Humas/Soskel-MH-ASBG)


Source: BNP2TKI.GO.ID
  

Rabu, 11 November 2015

In to deep

The Faster we're falling
We're stopping & stalling 

We're running in circles again


Maybe we're just trying too hard(?)
when really its closer than it is to far


Cause im in to deep, and im trying to keep up above in my 'head' instead of going 'under'
~

TIDUR DIMANAPUN BERMIMPI KAPANPUN

LIRIK BULAN INI
- KARENA SETIAP AKSARA MEMBUKA JENDELA DUNIA -


ku tertidur dimanapun aku bisa
ku bermimpi kapanpun ku mau
di atas lemari
di trotoar jalan
di sela tumpukan benda di gudang
di sesak bis kota
di guncang mikrolet
di bangku taman di buai anginnya, anginnya…
ku tertidur dimanapun aku bisa
ku bermimpi kapanpun ku mau
di atas samudra
di tebing yang curam
di atas pasir di tepian pantai

di halte jalanan
di stasiun kereta
di meja makan walau sejenak, sejenak......

Lirik Morfem: TIDUR DIMANAPUN BERMIMPI KAPANPUN


Mungkin inilah gambaran dirinya kini, pria yang dahulu menghabiskan waktunya merusak organ-organ didalam tubuhnya dengan begadang kini sudah mulai melemah. Efek dini, mungkin.
Ada kata yang dicetak lebih tebal dari kata lainnya oleh pria itu, sejenak.


Seorang teman di ibukota pernah berujar "Orang yang sering tidur itu sebetulnya punya banyak pikiran, tidur menjadi pengalihan atas pikiran-pikiran dikepalanya yang membelenggu"
Bisa jadi masuk akal, tapi  untuk si pria tadi? entahlah
Mungkin raganya yang memang butuh waktu sejenak untuk sekedar tidur.

"It is not the mountain we conquer but ourselves."


"It is not the mountain we conquer but ourselves."
Sir Edmund Percival Hillary (20 July 1919 – 11 January 2008)
Harapan, impian dan tujuan manusia pada prinsipnya jauh lebih tinggi dan berat bahkan tidaklah terukur, jika dibanding dengan gunung tertinggi di dunia sekalipun

Selasa, 10 November 2015

Lampung Siap Optimalkan Kualitas Layanan Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia

Lampung, BNP2TKI, Selasa (10/11) -- Untuk mengoptimalkan kualitas layanan penempatan dan perlindungan tenaga kerja ke luar negeri, BP3TKI Lampung mengadakan rapat koordinasi pemantapan Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) di wilayah kerja.

Rapat koordinasi difasilitasi oleh pemerintah propinsi Lampung dan diselenggarakan di ruang rapat asisten III bidang Kesra Seretariat daerah Propinsi Lampung pada senin (09/11).

Pertemuan antara para pemangku kepentingan dalam rangka implementasi pelaksanaaan LTSP tersebut dilaksanakan mengingat telah disahkannya Peraturan Gubernur Nomor 55 tahun 2015 tentang Pelayanan  Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Provinsi Lampung pada 02 november 2015.

Instansi pendukung LTSP yang hadir pada rapat koordinasi diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Propinsi Lampung, perwakilan Polda Lampung, Bappeda, Dinas Kesehatan, serta Biro pada Sekretariat Daerah Propinsi Lampung. Turut hadir, Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Kerjasama BNP2TKI, Yunafri Agus serta Haposan Saragih, Direktur Kerjasama dan Verifikasi Penyiapan Dokumen (KVPD) BNP2TKI.

Pembahasan mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur pelaksana dalam LTSP menjadi topik dalam rapat koordinasi. Para peserta yang hadir mewakili unit kerjanya menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan SDM serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan LTSP.

BP3TKI Lampung dengan dukungan dari setiap unsur pelaksana LTSP menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan aman bagi setiap CTKI dan TKI.

Harapannya pelaksanaan LTSP penempatan & perlindungan tenaga kerja Indonesia bisa mengurangi jumlah TKI bermasalah dan TKI non prosedural. Karena tidak dipungkiri keberadaan TKI non prosedural juga tidak terlepas dari sulitnya para TKI mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan aman  ketika mengurus proses keberangkatan, sehingga banyak para TKI mencari jalan lain di luar jalur yang berlaku untuk berangkat ke Luar Negeri.

Oleh karena itu dipandang perlu untuk memberikan layanan penempatan, perlindungan dan perluasan kesempatan kerja secara terpadu dan terkoordinasi.

“Saat ini kesiapan infrastruktur bangunan LTSP sudah 80% siap, namun kesiapan dari instansi pendukung masih dalam tahap koordinasi dengan Instansi Pusat guna kesiapan perangkat operasional dan elemen pendukung lainnya” ungkap Kepala BP3TKI Lampung, Sri haryanti.***(Humas/BP3TKI-LAMPUNG/ASBG)


source: bnp2tki.go.id
  

Minggu, 08 November 2015

BP3TKI Lampung Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan

Bandarlampung, BNP2TKI, Kamis (05/11) -- BP3TKI Lampung rampungkan 10 paket pemberdayaan TKI-B/WNI-O.  Kegiatan yang bersumber dari APBN-P ini kini memasuki masa monitoring dan evaluasi.

Professional bisnis dari berbagai jenis bidang usaha telah digandeng BP3TKI Lampung seperti pembudidayaan dan pengolahan jamur, pembuatan aneka makanan ringan, kerajinan bambu serta penggemukan ternak.

Dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh mitra yang terdiri dari professional bisnis, lembaga pembiayaan serta pendamping lokal, mitra lokal sepakat untuk membimbing para peserta pemberdayaan yang sebelumnya telah diberikan pengetahuan mengenai berbagai macam bidang usaha sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya.

Selama dua bulan para mitra tersebut akan terus berkoordinasi dan bersinergi dibawah pengawasan dari BP3TKI Lampung agar program pemberdayaan yang diikuti oleh peserta dapat berjalan secara mandiri.

Kesepakatan bersama oleh para mitra lokal dan kelompok tenaga kerja Indonesia purna merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan dan mendayagunakan TKI secara optimal serta guna meningkatkan kesejahteraan TKI dan keluarganya.

Saat ini, para peserta program pemberdayaan masih dalam pendampingan agar terus berikhtiar mengembangkan usahanya.  

Toriyah, ketua kelompok dari Kelompok TKI Purna “Sukses Mandiri” asal Kabupaten Pringsewu ketika dihubungi melalui telepon mengakui saat ini usaha pembuatan rengginang yang dirintis bersama rekan kelompoknya sesama peserta pemberdayaan telah berjalan selama satu bulan.

“Sehari kita bisa buat sekitar 900 rengginang, mas” ujar toriyah. Lebih lanjut toriyah mengatakan sampai dengan bulan ini kelompoknya sudah membuat sekitar 10.000 rengginang yang pemasarannya masih diserahkan kepada  Rabbani Snack, salah satu professional bisnis asal Kabupaten Pringsewu yang digandeng BP3TKI Lampung.

BP3TKI Lampung akan terus mengupayakan agar monitoring dan evaluasi terhadap kelompok-kelompok ekonomi produktif ini berjalan secara terintegrasi sampai kelompok dapat berjalan secara mandiri.***(Humas-BP3TKI LAMPUNG/ASBG) 


SOURCE: BNP2TKI.GO.ID