Jumat, 08 Juni 2012

PROJEK KOMUNIKASI PENUNJANG PEMBANGUNAN: Terbatasnya Ketersediaan Air Bersih di Wilayah Teluk Betung Kota Bandar Lampung



PROJEK KOMUNIKASI PENUNJANG PEMBANGUNAN

Menjamin daya dukung lingkungan hidup

Krisis Air Bersih di Wilayah Teluk Betung Kota Bandar Lampung: Mengurangi proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan.


Andrew SB Gumay  0916031032
Dian Noviansyah
Dimas Adi Jayasakti
Felllicia
Farah Aqielah
Rezita Afifa

Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Lampung
2011

PENDAHULUAN

1. 1 Analisis Masalah

Air merupakan unsur utama bagi hidup kita di planet ini. Kita mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air kita akan mati dalam  beberapa hari saja. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern  kita, air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi. Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga terhadap cemaran. Namun kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan. Hampir setengah penduduk dunia dan hampir seluruhnya di negara-negara berkembang, menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air, atau oleh air yang tercemar. Oleh karena pentingnya air bagi kelangsungan hidup manusia dan krisis yang dihadapinya,  maka sesuai agenda utama MDGs, penandatanganan Deklarasi Milenium merupakan bentuk penegasan dan komitmen pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi kemiskinan. Dari delapan tujuan Deklarasi Milenium, salah satunya yaitu tujuan ketujuh, yaitu menjamin adanya daya dukung lingkungan hidup. Menargetkan Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.

Akses rumah tangga ke sumber air minum yang layak mengalami proses naik turun setiap tahunnya, hal ini mungkin saja dikarenakan kurangnya perhatian khusus terhadapa masalah ini. Data Susenas menunjukkan, akses air minum layak meningkat dari 37,73 persen pada tahun 1993 menjadi 47,71 persen pada tahun 2009 (Gambar 1.1 dan 1. 2) dan mengalami penurunan menjadi 45, 1 persen pada tahun 2010. Jumlah tersebut, akses air minum layak cenderung lebih tinggi pada rumah tangga di perkotaan daripada perdesaan. Masih relatif rendahnya akses air minum yang layak mencerminkan bahwa laju penyediaan infrastruktur air minum, terutama di perkotaan, belum dapat mengimbangi laju pertumbuhan penduduk, di samping banyak sarana dan prasarana air minum tidak terpelihara dan pengelolaannya tidak berkelanjutan.



GAMBAR 1. 1

Data diatas merupakan laporan MDG’s tahun 2010, dari  8 tujuan yang sudah ditetapkan, kami berfikir bahwa masalah ini perlu diperhatikan secara khusus mengingat setiap tahunnya besaran persen mengenai akases air bersih mengalami naik turun . Perhatikan pentingnya air bagi kehidupan umat manusia, kita harus jaga bersama dan mewujudkan akses air bersih yang menjadi kebutuhan utama kita. Di Provinsi Lampung sendiri persentase akses terlindungi atas air bersih hanya sekitar 38 persen dan itu artinya masih dibawah rata rata di Indonesia yang berada di angka 45, 1 persen sehingga menjadikan Provinsi Lampung berada di level 7 dari peringkat bawah untuk pencpaian akses telindung air bersih. (Gambar 1. 2)




Akses Terlindung: Provinsi
 Sumber terlindung                                 Air kemasan + DAM

GAMBAR 1. 2

Terpenuhinya kebutuhan air bersih merupakan kunci utama perkembangan suatu kegiatan. Air yang dimaksud harus aman (sehat) dan bagus untuk diminum, tidak berbau, tidak berwarna, dengan rasa yang segar. Kebutuhan air bersih setiap tahun akan semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Masyarakat dapat mengkonsumsi air bersih dalam keadaan higienis dan dalam jumlah yang cukup jika keterandalannya terjaga baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Di Wilayah Teluk Betung yang terdiri atas Kecamatan Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Barat dan Teluk Betung Utara yang notabene merupakan daerah yang padat penduduk. Namun, air bersih sangat sulit untuk didapatkan terlebih di Teluk Betung Selatan tanahnya mengandung kapur, sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai air bersih. Masalah lainnya adalah  pencemaran sumur yang bersal dari air selokan/parit. Permasalahan - permasalahan tersebut


menjadikan masyarakat di beberapa wilayah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih secara sendiri. Warga yang masih memiliki sumber air bersih, menjadi sasaran warga sekitar untuk meminta air itu, terutama bagi keperluan minum dan memasak, sedangkan untuk keperluan mandi dan mencuci serta lainnya masih harus mencari air bersih ke tempat lain atau dengan membeli air bersih. Beberapa warga setempat yang mencoba mendalami lagi sumur gali atau sumur bor di rumah masing-masing, tidak seluruhnya berhasil mendapatkan air bersih, sehingga tetap saja mengalami defisit air bersih bagi kepentingan sehari-hari mereka. Sehingga membuat sebagian besar dari mereka lebih memilih membeli air bersih, seperti yang kami lihat diseputaran daerah Teluk Betung Selatan tidak jauh dari Kantor POLDA Lampung, terlihat banyak penjual air bersih yang biasa berkeliling menjual air bersih  dengan menggunakan gerobak.

Daerah Lampung yang notabene mendapatkan pasokan air dari PDAM Way Rilau juga mempunyai masalah, air yang dipasok dari PDAM seringkali berwarna kecoklatan dan berbau selain itu kontinuitas pasokan air juga dipertanyakan karena tidak selama 24 jam air terus mengalir melainkan hanya pada waktu waktu tertentu saja. Namun kita tidak bisa begitu saja menyalahkan PDAM Way Rilau selaku penyedia air di Bandar Lampung, mungkin saja banyak permasalahan yang sedang terjdi di perusahaan baik intern ataupun ekstern. Mungkin saja Karena “ketidaksesuaian rencana awal dengan pelaksanaan serta pengawasan kerja di lapangan, sehingga daerah yang semula mudah mendapat air mengalami kesulitan air karena adanya pengembangan daerah baru”, “Rusaknya filter penyaring air” ataupun “Ketersediaan air yang terbatas karena kemarau yang berkepanjangan”.

Karena itu dalam rangka mewujudkan  tersedianya akses air bersih khususnya di Kecamatan Teluk Betung Selatan, salah satunya adalah dengan cara menuntut Pemda Kota Bandar Lampung dan dinas teknis seperti Direktorat Pengembangan Air Minum(DITPAM-PU) segera mengambil langkah untuk mengatasi kesulitan mendapatkan air bersih itu, karena dikhawatirkan bila tidak segera ditangani dapat berdampak buruk kearah lain, seperti menimbulkan berbagai penyakit berbahaya serta akibat lainnya Selain PDAM harus berupaya untuk memasok warga

pelanggannya yang kesulitan air bersih, dengan mengirimkan tangki air bersih ke sana serta mengupayakan memiliki mesin pompa air baru untuk mendukung pasokan air sampai kepada konsumen secara lancar.


1. 2 Analisis Khalayak

Dalam melihat khalayak yang menjadi target projek kami, kami membagi dua kelompok sasaran yang menjadi khalayak sasaran  inti. Agar pesan pesan yang diberikan dapat diterima langsung oleh mereka yang akan membantu  menurunkan hingga setengahnya dari prporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap air bersih untuk kemudina melakukan perubahan perubahan yang mengarah kemajuan..

  1. 21 Khalayak Utama
1.      Masyarakat dan para pengusaha (pabrik, pengembang dsb) di wilayah Teluk Betung Selatan yang tidak menjaga lingkungan serta sumber air disekitar untuk tetap terjaga kebersihan dan kelansgungannya serta pihak pemerintah terkait.
2.      Institusi Pemerintah terkait Pelestarian akses ke sumber air  dan daerah tangkapan air. seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Kehutanan, Departemen Kesehatan serta PDAM

3.      21 Khalayak umum
Sasaran kami adalah semua golongan masyarakat baik yang secara sadar ataupun tidak sadar telah merusak, mengotori ataupun menyia-nyiakan sumber sumber air yang ada. Diharapkan adanya kesadaran akan pentingnya air bagi kelangsungan hidup umat manusia.




1. 3 Tujuan
Merubah sikap dan perilaku khalayak sasaran untuk lebih menjaga dan peduli terhdap masalah lingkungan terutama akses air bersih

Tujuan

Tujuan utama dalam program komunikasi ini adalah :

1.      Membuat masyarakat sadar akan pengetahuan pentingnya memelihara   kelangsungan fungsi resapan air, sumber air  dan daerah tangkapan air.

2.      Adanya Action dan Koordinasi institusi terkait  seperti

Departemen Pekerjaan Umum bertanggung         jawab terhadap infrastruktur air. Departemen Dalam Negeri mengurusi pentarifan air,
Departemen Kehutanan bertanggung jawab terhadap konservasi sumber daya air.
Serta masalah kualitas air oleh Departemen Kesehatan agar sumber air yang masih ada tetap    terjaga bukan berkurang.












BAB II PRODUK MEDIA

2. 1 Memilih Media dan Saluran Komunikasi

Media yang kami gunakan dalam menyukseskan  program komunikasi ini berbasis audio visual.
Yaitu penyangan video dan foto foto yang diharapkan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan akses ke sumber air bersih yang masih ada. Pemilihan media audii visual ini telah melalui proses evaluasi tahap media, cost effective- media serta ketersediaan media.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kebiasaan orang Indonesia  menonton televisi dalam sehari bisa lebih dari 4 jam Kami beranggapan bahwa dibandingkan membaca atau sekedar mendengarkan radio, masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk menonton (melihat secara audio visual. Sehingga kami memilih saluran komunikasi berbasis audio visual ini utnuk mensukseskan program komunikasi kami. Selain masalah efektifitas kami juga beranggapan bahawa dengan media audio visual berbentuk video dokumenter ini lebih effisien dan menyentuh hati untuk menumbuhkan kesadaran menjaga dan melestarikan akses ke sumber air bersih yang masit ada.

2.2.         Pengembangan Pesan

Permasalahannya adalah kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat yang menjadi target sasaran untuk menjaga dan melestarikan akses ke sumber air yang masih ada dan kurangya perhatian dari pihak terkait untuk menanggulanginya.
Pesan akan dikemas dalam bentuk audio visual berupa video dan gambar dengan konsep memaparkan  keadaan  terbatasanya ketersediaan akses air bersih yang terjadi di wilayah Teluk Betung serta perbandingannya dengan akses air yang terpenuhi secara kualitas dan kontinuitas.
Disetiap bagian akan kami sisipkan kata kata “Air Sehat Bagi Semua untuk Kehidupan yang Lebih Baik”.

Tujuannya adalah sebagai penegasan bahwa air bersih berhak didapatkan oleh siapa saja, dimana saja dan kapanpun dan untuk mendapatkannya secara berkala  haruslah ada usaha usaha pelestarian terhadap akses sumber air sekitar yang tersedia agar air sehat bagi semua bukan menjadi suatu komoditi yang mahal dan suilt didapatkan di Indonesia negeri yang kaya air ini
Untuk mengatasi krisis air bersih serta upaya penyelamatan lingkungan, termasuk di antaranya  penyelamatan sumber-sumber air, harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Oleh karena itu salah satu slogan  kami yaitu “Gerakan 6M” sebagai upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih.
7M adalah upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih, yaitu :
1M: Menggalakkan gerakan Hemat Air
2M: Menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree (selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air).
3M: Mengkoonservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai (DAS).
4M: Membangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, dan waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
5M: Mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori.
6M: Mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan.
7M: Mengembangkan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (laut) menjadi air tawar

Semua itu harus dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan dan sesegera mungkin kecuali kalau kita memang menikmati dan bangga dengan krisis air bersih di negara yang kaya air.




2. 3 Produksi Media

Audio Visual berbentuk video dan foto.

Memaparkan  keadaan  terbatasanya ketersediaan akses air bersih yang terjadi di wilayah Teluk Betung serta perbandingannya dengan akses air yang terpenuhi secara kualitas dan kontinuitas.
Disetiap bagian akan kami sisipkan kata kata “Air Sehat Bagi Semua untuk Kehidupan yang Lebih Baik”.
Tujuannya adalah sebagai penegasan bahwa air bersih berhak didapatkan oleh siapa saja, dimana saja dan kapanpun dan untuk mendapatkannya secara berkala  haruslah ada usaha usaha pelestarian terhadap akses sumber air sekitar yang tersedia agar air sehat bagi semua bukan menjadi suatu komoditi yang mahal dan suilt didapatkan di Indonesia negeri yang kaya air ini.

Pengkampanyean program 7M
6M adalah upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih, yaitu :
1M: Menggalakkan gerakan Hemat Air
2M: Menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree (selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air).
3M: Mengkonservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai (DAS).
4M: Membangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, dan waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
5M: Mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori.
6M: Mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan.
7M: Mengembangkan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (laut) menjadi air tawar.


Dan kesemua itu musti dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan dan sesegera mungkin kecuali kalau kita memang menikmati dan bangga dengan krisis air bersih di negara yang kaya air.

BAB III. MANAJEMEN MEDIA

3.    1 Manajemen Program

ESTIMASI DANA

1.      Transportasi
            - Keliling daerah Teluk Betung                                           : Rp 10.000
           

2.      Print paper                                        13 @ Rp      200         : Rp   2.600
5.      Jilid Paper                                          1@ Rp    3.000           : Rp   3.000

JUMLAH                                                                                      Rp. 15. 600.000









3. 2 Monitoring dan Evaluasi

3. 21 Monitoring

Monitoring secara berkala setiap bulannya kami lakukan abertujuan agar terus menerus mengikuti dan mengontrol jalannya program komunikasi yang kami lakukan. Kami akan memulai melakukan produksi pada Minggu Kedua Bulan Juni. Di mana crew dan talent yang kami gunakan adalah dari pihak kami sendiri dibantu teman-teman. Program akan dimonitoring setiap bulannya, dengan cara observasi langsung ke masyarakat dan melakukan wawancara.

4.      22 Evaluasi

Evaluasi akan dilaksanakan saat produksi dan informasi telah disebarkan. Berupa penelitian terhadap pencapaian program komunikasi yang telah kami lakukan, dengan cara melihat perubahan perilaku dan bertanya kepada sample (warga Teluk Betung) yang kami ambil secara acak apakah sikap untuk menjaga dan melestarikan terhadap akses ke sumber air yang masih ada sudah diterapkan.

Program kampanye dinyatakan berhasil jika minimal 50% dari khalayak sasaran dalam program ini telah paham dan  menerapkan bagaimana cara dan upaya untuk menjaga dan melestarikan terhadap akses ke sumber air bersih yang ada.

Rabu, 28 Maret 2012

Tugas Metodelogi Penelitian Komunikasi (MPK) Rancangan Skripsi


Tulisan ini dibuat hari rabu, 28 Maret 2012.
Hanya corat coret kecil, tentang rancangan skripsi saya yang menjadi tugas dari matakuliah Metodelogi Penelitian Komunikasi 


APRESIASI PENONTON TERHADAP TAYANGAN RADIOSHOW DI TV ONE
(Studi Pada Komunitas Reggae Lampung)

Oleh :
Andrew SB Gumay

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012


Latar Belakang Masalah

Televisi merupakan salah satu media komunikasi yang paling digemari serta effisien dalam mencapai audiencenya dalam jumlah banyak. Sifatnya yang khas sebagai media yang mudah untuk diakses serta tampilan secara audio-visual menjadikan keunggulan media televisi untuk menyampaikan pesan yang lebih hidup. Segala informasi seperti isu sosial politik, ekonomi, budaya, hukum, kriminalitas, olah raga sampai dengan hiburan seperti tayangan musik semuanya ditayangkan di media televisi dengan beragam kreasi pengemasan program acaranya Berbagai tayangan disajikan untuk menarik minat penonton. Tayangan bermuatan informasi, pendidikan dan hiburan menjadi alternatif bagi para pemirsa untuk menikmati keberagaman tayangan yang disajikan.

Tv One (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia. Stasiun televisi ini didirikan pada tanggal 9 Agustus 2002 oleh pengusaha Abdul Latief. Pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi mentransformasikan dirinya menjadi Tv One seiring dengan pergantian kepemilikan dari mantan menteri tenaga kerja, Abdul Latief ke Aburizal Bakrie dan Erick Tohir. One pada nama tvOne bisa diasosiasikan sebagai singkatan dari Olahraga, News dan Entertainment. Sebagai salah satu pendatang baru dalam persaingan di industri televisi di indonesia, tv one sadar bahwa tampilan yang berbeda bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton, dengan memakai semboyan “Memang Beda” tv one berusaha untuk menampilkan format-format yang inovatif dalam hal pemberitaan dan penyajian program yang berbeda setelah sebelumnya stasiun TV swasta nasional terpolarisasi dalam dua kutub, yaitu satu sisi yang lebih berorientasi kepada muatan acara entertainment dan sisi lain yang lebih berorientasi pada tayangan berita. Sisi entertainment atau variety show diwakili oleh 8 staisun televisi, sedangkan pada sisi yang lain hanya diwakili oleh Metro Tv yang kemudian disusul oleh tvOne  yang mencoba membagi pasar dengan cara yang kreatif.


Radio Show adalah salah satu acara music plus talk show yang tayang tiap hari senin s/d jum’at di TV One pukul 22.30 s/d 02.00 WIB. Acara ini di bawakan oleh host handal yaitu Shandy Pas Band beserta host pembantu yang berbeda – beda setiap harinya. Kehadiran acara Radio Show ini cukup membuat para pencinta musik bisa menemukan keberagaman genre musik yang sering kali ditampilkan secara berbeda – beda setiap harinya. Acara Musik plus Talk Show ini sangat lah berbeda dengan acara-acara musik lain yang biasa menampilkan musik – musik mainstream yang memang sedang digandrungi oleh banyak orang. Radio Show hadir dengan konsep yang berbeda dan bahkan cukup menghibur para “trully” pencinta musik di Indonesia karena Radio Show banyak menampilkan musisi berkualitas ( terutama musisi indie ) yang jarang diekspos oleh televisi lainnya seperti Pure Saturday, Tony Q Rastafara, Efek Rumah Kaca,Marjinal dan lainnya.
Di sela – sela acara, tayangan ini juga sering kali menampilkan video klip lawas yang menjadi inspirasi dari musisi yang sedang menjadi bintang tamu . Disamping itu di segment Talk Show juga banyak dijumpai pernyataan – pernyataan yang terkesan kritis dan blak - blakan dari para musisi dan host nya

Sabtu, 18 Februari 2012

AYO KITA FITNES! MEMBAKAR LEMAK JAHAT DIDALAM TUBUH.

Gue termasuk pemula dalam hal angkat mengangkat beban demi meningkatkan massa otot (apalah itu namanya), jadi di postingan kali ini gue cuma mau sekedar share cerita dan berbagi link yg isinya tips yang okay sekali untuk membantu kita membentuk tubuh yg ideal!

Memasuki awal tahun 2012 secara sadar gue akui bahwa body gue sudah tidak nyaman lagi, berat overload, mau berbuat apa apa malas -,- , terkadang pun sangat tidak ingin melihat pantulan gambar yg terlihat di kaca. Ya, berat gue saat itu kurang lebih 76 Kg dengan tinggi badan sekitar 1** hahaa, paham lah :D , ya intinya tidak proporsional lah, tingkat kelebihan sampai menembus angka 10 Kg. puh!

Dari situ gue mulai coba - coba untuk fitness, kardio dan pola hidup 'sehat' ala @ndruuHC WHAHAHA!
Untuk beberapa hal yg gak bisa gue sebutkan mungkin memang susah untuk gue sudahi bahkan hanya untuk sekedar mengurangi.

Oh ya, dipostingan kali ini gue cuma mau berpesan "Sabar dan terus lakuin apa yang lo yakini" perduli setan nada miring (HC nya keluar dibagian ini) Zzzzzz
Di proses peleburan lemak jahat ini pun gue menuai banyak kontroversi, pro - kontra dimana mana. "Gak ngefek lah" , "nyape - nyapein badan lah" .. Ya, seperti kata gue di awal paragrap ini, SABAR! cun kan? karena dalam proses ini mungkin gak terasa kalo cuma sebulan dua bulan tapi jujur sampe sekitar satu setengah bulan ini banyak manfaat yg sudah gue rasain,  dari yang tadinya kekeh sampai umur 20 tahun untuk menyatakan tidak kepada buah - buahan dan sekarang jilat itu ludah, sekarang kalo enggak ada buah - buahan dirumah gue ngamuk sama ibu gue -,- , oh ya gatu kenapa jam berapa pun gue tidur pada malam hari, sekarang di pagi harinya gue pasti terbangun dan merasa sangat sangat segar. Ini nih yg paling penting, badan rada kencengan kawan, berasa ada tonjolan yang timbul (walau masih sangat kecil -,-)yg bisa bikin tingkat kePDan gua naik beberapa level.

Ya, sampai pada postingan ini gue post, 30 detik yang lalu gue ukur badan di timbangan, berat gue 69.
Ada yang protes?


Sebuah quote dari situs web berlabelkan "DUNIA FITNES" ini mungkin bisa membuat kita penasaran untuk segera membuka artikel demi artikel yang disediakan demi tercapainya satu tujuan, yaitu tubuh sehat AKA Ideal.

- "Kesalahan Diet terbesar adalah Tidak Makan" atau Bagaimana anda bisa percaya seseorang yang makan LIMA kali dalam sehari justru bisa menurunkan berat badannya? , Sebuah saran dan kritik yang membangun, seonggok pernyataan bahwa mengkonsumsi Obat Penurun Berat badan dengan segala trik marketingnya itu tidak baik.

Ya, jika rasanya saya sudah tampak macam tukang jual obat salep di kapal. Berhenti baca tulisan yang tidak jelas ini, mulai lah bergerak, baca panduannya, dan semoga kita ideal!



 #GFBM Gak Fitnes Barbel Melayang

Kamis, 09 Februari 2012

Iseng - iseng berhadiah


Di postingan kali ini gua cuma mau tampilin beberapa foto - foto gua sama teman teman 'penggiat seni' dan kesemuanya ketemu secara gak sengaja baik dalam suatu event maupun spontan.
cek tkp saja ya lansgung ~
TAKE THE TIME, TAKE THE PICTURE, TAKE IT TOGETHER!


Sabtu 20 Maret 2010, Kolam Renang Pahoman.
Kang MAN (JASAD Vokal), Karinding Attack




Minggu, 20 November 2011, Kantin Pasar Seni Ancol
@choasansan (Pee Wee Gaskins Guitar & Vocal) 



20 November 2012, Backstage Kompas Satge at Ancol
Satrio NB (Pure Saturday Vocal, founder of Ripple Magazine and also Playing Bass at Teenage Death Star)



Kamis 26 Januari 2012, Bukan Empat Mata at Studio Trans 7
Agung Hercules (Penyanyi dangdut kriminal akhir zaman, tukang lempar barbel jika tak goyang) 


Melanie Subono, Lady Rocker, Presenter, Social & Environment Activist.

Backstage Lampung Fair, 8 Juni 2012


Balawan (Indonesian Ethnical Guitar), Rumah Putih Bandar Lampung, 29 September 2012





addisensimilia A.K.A  @errosweed ( vokal of @turtles_jr & #ErrorBrain) - Sultan Street Punk Saburai - @ndruuHC - Budi Akbar Margono A.K.A @Boodturtles (bassis of @turtles_jr) - Edwin Head

Pkor Way Halim, 17 Oktober 2012








Burgerkill minus Eben
RRI Produa Bandarlampung, 20 Desember 2012






Rocket Rockers Paska Ucay cabut!
RRI Produa Bandarlampung, 23 Maret 2013









Stevi Item (Deadsquad - Andra & The Backbone Guitar)
acara klinik gitar



Senin, 02 Januari 2012

Penyeragaman musik, semua ini takkan bertahan lama

Tugas FEATURE!!!

Ketika televisi menjadi sarana hiburan yang membosankan, begitu banyak Boy & Girl band  bermunculan dan lagi lagi kotak bergambar yang disebut televisi ini menyuapi kita dengan sebuah trend penyeragaman. Secara masif dan terus menerus kita dipaksakan secara tidak sadar untuk menikmati tumpukan Boy & Girl band. Siapa yang patut disalahkan? Ketika kalian berbicara omong kosong menyatakan tidak suka, mereka terus menyajikan dan kita secara sadar atau tidak sadar terus saja menikmatinya.
Sukses satu dan tumbuh seribu, silahkan kalian nikmati!


Masih terekam jelas di otak ini ketika kemunculan pertama SM*SH (baca: SMASH) sekitar bulan oktober tahun 2010 lalu. Dipenghujung tahun 2010 mereka membuat gempar blantika musik Indonesia dengan single “I Heart You”.

“Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu”
You know me so well
“I know you so well”
“Girl i need you, Girl i love you, Girl i heart you”

Ya, siapa yang tidak pernah mendengar penggalan lagu dari perintis era boyband Indonesia modern ini. Bahkan adik - adik kita yang mungkin masih balita pun dengan terbata – bata dapat dengan mudah menyanyikan tiap lirik yang diciptakan secara sederhana dan memang ear catching ini.  Sebuah lagu yang menceritakan bukti ungkapan rasa cinta terhadap seorang gadis remaja.

Sampai pada kemunculan SM*SH saat itu, telinga masyarakat Indonesia sebelumnya masih dimanjakan dengan alunan musik melayu ala ST-12 dan kawan kawan. Semua trend penyeragaman ini tidak lain dan tidak bukan merupakan ulah dua pilar dari the big five media yaitu televisi dan radio yang memang mempunyai peran penting dalam perkembangan industri  musik di Indonesia. Kita terjebak dalam permainan, kita terbawa arus ketika saat itu band band nan sendu ini punya porsi besar dalam setiap segmen acara musik di negeri ini.

“Dari dulu juga ada, sampai kedepan juga akan ada tapi nanti pasti vakum sementara oleh karena trend baru, dulu ada Trio Libels, sekarang ada SM*SH. lihat saja 2012” ungkap Arian 13 (mantan jurnalis Trax Magazine dll, frontman dan vokalis di Seringai) ketika saya tanya pendapatnya tentang fenomena Boyband via twitter.

Begitulah yang terjadi di negeri ini, ketika awalnya semua yang disajikan terkesan dipaksakan dan pada akhirnya juga berakhir dipaksakan dengan merubahnya ke arah trend mutakhir. Berbicara masalah tren sekarang, sepertinya saya, kamu dan mereka yang sadar mungkin sepakat untuk menyebutnya dengan era Boy/Girl band. Ya, sebuah era yang dipaksakan media untuk mengakhiri kesenduan era melayu. Apa yang terjadi sekarang? Penampakan media – media di negeri ini tidak jauh berbeda dari saat ketika era melayu eksis. Saat mengutak – atik remote dari satu channel ke channel lain, layar kaca akan menjejali pemandangan sekelompok laki – laki atau perempuan yang biasanya bernyanyi tanpa alat musik sambil meliuk - liukkan tubuh mengimbangi hentakan alunan musik. Dari hari ke hari semakin banyak saja Boy/Girl band baru bermunculan dan respon masyarakat kita pun beragam, banyak yang pro dan tidak sedikit yang kontra. Ketika saya berbicara sebagai pribadi yang pro disini maka bisa dibilang ini merupakan sesuatu yang menggembirakan, ketika  akhirnya ada juga ending dari kejenuhan terhadap serbuan band pop melayu, dan ungkapan pro mungkin hanya tersajak diawal  tapi jika dilihat hasilnya: ini akan jadi sumber amarah baru bagi mereka yang berharap variasi musik di televisi lokal.

Ketakutan akan masa depan industri musik Indonesia yang labil ini cukup beralasan ketika banyak orang begitu memanfaatkan momen ini. Momen ketika Boyband atau Girlband (saya rasa sama saja, bedanya Cuma terletak pada jenis kelaminnya saja tapi konsep mereka sama bahkan kadang boy pun seperti girl) begitu menguasai mayoritas pendengar musik di Indonesia dari sabang sampai merauke.

Semua barang – barang bernuansa K-Pop yang notabene merupakan kiblat icon boyband di Indonesia saat ini begitu masif diperjual-belikan. Mulai dari gaya rambut, gaya busana, dan juga gaya-gaya yang lain. Ketika sedang iseng jalan jalan ke seputaran mall – mall yang ada di Bandar Lampung saya mendapati bahwa trend busana sepertinya sudah menjamah kota Tapis Berseri ini,  Saya melihat beberapa sweater dada terbuka yang mirip dengan punya SM*SH terjajar rapi dipelataran toko, pembalut tubuh bagi wanita yang bermotifkan kulit binatang yang dipasangkan ditubuh model plastik bahkan Mantel bulu tebal ala Super Junior (Hey ini Indonesia mas, feels very hot here, disana orang pake begituan karena memang dingin cuaca juga bersalju). Sah – sah saja dan saya tidak berhak mengkritik apa yang menjadi cara seseorang mempertahankan hidupnya dengan mencari peluang bisnis, toh mereka juga tidak berhasil mempengaruhi saya.

Semua itu terjual bak kacang goreng dan ini cukup beralasan ketika salah satu stasiun televisi swasta di negeri ini menampilkan sebuah program acara yang bertemakan “Ajang Pencarian Bakat Boy & Girl Band 2011”. Fenomena boy dan girl band di tahun 2011, membuat SCTV mengadakan ajang pencarian bakat di bidang tersebut. Tujuannya mencari boy dan girl band yang layak secara popularitas mau pun kualitas.

Menurut Direktur Program dan Produksi SCTV, Harsiwi Achmad, yang saya ambil dari situs online resmi SCTV, keberadaan boyband dan girlband saat ini sedang menjadi fenomena baru dan sukses meraih pasar penikmat musik.

“Kami sebagai media televisi mempunyai peran cukup besar dalam memberikan ruang eksistensi bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan di depan pemirsa. Dan lewat ajang Boy & Girlband  SCTV ingin mencari bakat-bakat baru boy dan girlband di Indonesia yang bisa memberikan warna lebih segar dalam kancah musik di Indonesia” jelas Harsiwi.

Mungkin secara konten memang baru tapi secara konsep hal serupa juga pernah dilakukan Televisi swasta lainnya. Kita tentu ingat dahulu di awal millenium 2000-an acara audisi pencari bakat sejenis pernah memanjakan mata kita namun saat itu memang konsepnya bukan boy/girl band tetapi penyanyi solo. “Oh iya yah” mungkin itu jawabanmu. Ya, jika tidak mengingat - ingat lagi, saya pun lupa kalau saat itu memang ajang pencarian bakat melalui audisi sempat membuat para penonton kala itu pasti mengganti channel televisinya untuk menonton program itu di jam tertentu.
 “Kemana ya mereka sekarang?” Masuk televisi, tenar lalu tenggelam kemudian terlupakan. Membaca alurnya sepertinya begitu pula yang akan terjadi nantinya bagi fenomena boy/girl band di negeri ini.  Hal ini cukup beralasan, saat itu pun hegemoninya melebihi era boyband  dan nyatanya saat ini mereka seolah telupakan. Semakin negatif saja pikiran ini mana kala melihat mereka di layar kaca karena ternyata tak semua girlband dan boyband tersebut menyanyi natural, tapi ketika pentas sebagian besar dari mereka justru melakukan lipsync. Setidaknya itulah yang bisa saya lihat ketika melihat mereka di panggung.

“Lalu dimana letak Berkreasinya?” jadi kesannya kok kaya Re-kreasi.

Faktanya, grup-grup boy/girl-band korea yang notabene kiblat para boy/girl band di negeri ini hampir tidak pernah lipsync sebut saja SUJU ataupun SNSD dan lainnya. Sejatinya secara tidak langsung mereka mengajarkan bagaimana mempertahankan eksistensi suatu seni dengan menunjukan karya seni yang berkualitas pula. Suara oke, dance berciri khas, manajemen yang baik dan yang paling utama tidak lypsinc disetiap panggungnya menjadi alasan kuat bagaimana grup – grup itu mempertahankan eksistensinya.

Soleh Solihun dalam tulisannya disitus online majalah Rolling Stone Indonesia yang diupload pada 22 November 2011 lalu menyatakan bahwa faktor vokal dan kemampuan menari yang pas – pasan merupakan sesuatu yang harus dibenahi agar trend boy/girl band ini tidak lantas begitu saja mati dan meninggalkan kesan negatif saat dikenang.

“Semua yang serba pas-pasan itu, jika digabungkan akan memberi efek yang tidak pas-pasan. Ini memakai filosofi keroyokan: jika beramai-ramai dilakukan, yang tak berani pun jadi berani dan jadi terlihat menyeramkan”. ujar Soleh Solihun lagi, menyikapi trend boyband yang serba pas – pasan.








Selera dalam menyukai aliran musik tertentu tidak bisa dipaksakan. Aku, kamu dan mereka punya kualifikasi sendiri mengapa cenderung menyukai aliran musik tertentu.  Bagi kalian yang menikmati trend boy dan girl band mungkin saja karena konsep ceria, manis, dan minimalis yang ditampilkan gerombolan cowok dan cewek supermodis itu sebagai hiburan. Namun yang pasti ada juga “hati” yang memberontak. Miris ketika melihat kamu yang hanya ikut-ikutan saja, kamu yang bahkan yang katanya penggemar berat artis tertentu bahkan tidak membeli produk orisinil mereka. Ya, kita sama sama tahu sebagian besar penggemar boy/girl band adalah remaja belia yang rata – rata masih duduk di bangku SMP atau SMA. Mungkin saja yang mereka beli dan konsumsi saat ini bukan karya seni tetapi lebih ke sekedar suka akan tampang penampilan boy/girl band yang memang terlihat kece kalau dilihat dari layar kaca.

Melihat hubungan sebab akibat mengapa fenomena ini kemudian berkembang, saya tidak mau hanya melulu melihat mereka dari sisi negatifnya saja. Mencoba meluaskan sudut pandang dan mencari aspek positif apa yang bisa kita nilai dari munculnya sebuah program yang mengatas namakan “Ajang Pencarian Bakat Boy & Girl Band 2011” ini.  Ketika kita berbicara musik yang berkualitas, maka dari ajang inilah kita berharap. Kita berharap efek latah industri musik di Indonesia makin berkurang, berkaca dari era melayu yang berjaya sebelumnya mungkin sebagai pelopor beberapa grup musik seperti Kangen band dan St 12 masih mampu bertahan Akan tetapi bagaimana dengan group musik lainnya? sekali lempar album dipasaran, maka bersiaplah untuk kembali tenggelam di dalam ketat nya persaingan industri musik Indonesia. Begitu pula dengan Boy/Girl band, kalau tidak ingin nasibnya sama seperti mereka maka berkaryalah, ini waktu yang tepat bagi kalian, jadikanlah ini keseriusan bukan sekedar ikut – ikutan. Bukan hanya muncul, tenggelam kemudian terlupakan. Sebaiknya dari ajang pencarian seperti inilah mereka yang nantinya mungkin saja bisa jadi superstar lahir untuk dididik. Sebaliknya, jika memang ajang pencarian hanya dijadikan sebagai sarana aji mumpung memanfaatkan peluang maka yang terjadi mungkin sebuah perjalanan boy/girl band di indonesia ini hanya sekedar lewat saja seperti kisah - kisah latah lainnya.

"Masa depan boyband dan girlband lebih bagus. Saya lebih suka SM*SH. Belum ada yang menggantikan mereka." ujar Giring Nidji disitus detik.com Selasa (13/12/2011).


Setidaknya ungkapan dari pentolan grup Nidji ini mewakili para musisi kreatif Indonesia yang merasa tidak terganggu akan fenomena boy/girl band oleh karena eksistensi dan karya maksimal mereka yang didasari berpikir out of the box. Sebagai pekerja seni yang berada dalam koridor industri kreatif maka kita dituntut harus pandai mencari peluang tanpa meninggalkan ciri khas dan karakter yang dimiliki. Berkaca pada Dewa 19, Padi, Gigi dan Slank, mereka selalu mampu mencuri peluang yang ada tanpa harus meninggalkan karakter masing-masing. Ditambah pula  dengan attitude, manajemen serta pengelolaan konsumen yang baik maka walau sudah lebih dari 15 tahun grup-grup tersebut masih bisa menegakkan kepala dalam menghadapi industri musik Indonesia.

Minggu, 18 Desember 2011

Opini tentang adanya Bus Trans Lampung atau Rapid Transit Buses (BRT)





In my opinion, The Government plans with presenting Bus Trans Lampung or we known as Rapid-transit buses (BRT) is a good anticipatory for transportation problems, especially to overcome severe traffic congestion, especially during rush hours that might come up to our city later. As we know that today the development of Bandar Lampung city is growing quite rapidly,  road infrastructure improvements and regular city planning must to be done before it's too late. A good anticipation considering the number of vehicles in this city continue to rise and is not balanced with widening the road.

My friends who had used the services of the BRT’s when the trial argued that the factor of convenience and security are their main reason, then the driver is also driving regularly and not to be reckless. The Government plans to presenting BRT becomes a problem when the public minivan drivers feel that this will be  affect on their minimum number of passengers. They did not disagree when the presence of BRT affect public minivan routes would be relocated to feeder routes, or secondary road. I think the driver cant blame the government for sure because public will choose which one is better to use. If  the drivers pay more attention to make the minivan passenger  comfort, change the driving style and not over to modification their car etc . BRT won’t be a big deal!

In
my conclusion, like the philosophy of Yin and Yang, when there are positive sides then there will be negative effects. the positive and negative sides are interconnected, they each build on each other. So, With the BRT procurement plan, the government should also think about the negative effects. Maybe with hire the minivan drivers become BRT driver. This is our task too for finding the best solution for the common good.



Rabu, 02 November 2011

Air untuk masa depan

"FEATURE HUMAN INTEREST"
gatau deh tulisan singkat ini bisa dikatakan feature atau bukan, gak terlalu berbakat nulis soalnya, apa salahnya mencoba. right?

Air untuk masa depan

Seperti sudah membudaya di negeri ini, Jika sudah terjadi, barulah kita sadar untuk kemudian perduli.  Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga dan melestarikan akses ke sumber air yang masih ada serta kurangnya perhatian dari pihak terkait untuk menanggulanginya merupakan permasalahan serius yang membuat kepala kita “pecah” memikirkannya suatu saat nanti.
Jumat (28/10) petang itu belasan pedagang air keliling tampak berkumpul di sekitar jalan Ikan bawal, tidak berada jauh sebelum jalan satu arah yang menuju Taman Dipangga, Teluk Betung, Bandar Lampung. Sebagian dari mereka tampak asik dengan kegiatannya memompa air tanah, gerobak mereka diparkir sesuai urutan kedatangan, untuk menunggu giliran pengisian air dari sumber air yang berasal dari pompa air manual milik salah seorang pengusaha industri rumah tangga setempat. Setiap gerobak rata-rata memuat 10 hingga 12 jerigen air berkapasitas 20 lt. Pemilik sumber air ini, bapak Iwan Sudharta  memasang tarif seribu rupiah untuk satu jerigen dan dirinya membebaskan para pedagang air ini menjualnya kembali ke masyarakat dengan harga yang bervariasi antara 15 ribu hingga 18 ribu rupiah per-gerobak.

Daulu mah awalnya sumber air punya bapak saya ini Cuma dipake sama orang – orang Cina yang sembahyang di Vihara Thay Hin Bio “. Ucap Bapak Iwan sedikit berbisik. Dan pada saat itu pula para pedagang ini hanya berjualan pada saat musim kemarau tiba. Namun sejak pabrik-pabrik banyak bermunculan di kawasan perindustrian pinggir pantai (Baca: Teluk Betung Selatan) di akhir tahun 80 – an, pemandangan lalu-lalang pedagang air keliling ini menjadi sangat mudah dijumpai. Hadirnya industri yang menyebabkan sumur warga setempat mengalami kekeringan menjadi salah satu faktor penyebab menjamurnya pedagang air keliling tersebut. Sungguh ironis, daerah yang dulunya merupakan salah satu sumber air yang berkualitas dikota ini justru sekarang airnya terbatas karena tercemar.

Suplai air bersih dari PDAM Way Rilau yang diharapkan warga setempat pun belakangan sangat sulit diandalkan. Bila pun mengalir, itu baru datang saat tengah malam tiba, dan tak jarang baru mengalir saat dini hari menjelang subuh. “Jangan bayangkan airnya mengalir deras seperti air pancuran, mengalir sebesar puntung rokok pun tidak”. Ucap Bapak Sudharta dengan nada sinis. Ya, dimata saya sosok Iwan Sudharta seperti penghapus gelap penerbit terang, seseorang yang cukup dibilang mulia, ditengah kesulitan warga akhir – akhir ini mencari air bersih untuk keperluan sehari – hari, Sudharta menawarkan sumber air pribadinya yang cukup berkualitas dan terjaga keterandalannya dengan harga yang sangat terjangkau, airnya bebas dari kontaminasi hasil “ampas” usaha industri pabrik yang ada disekitar. Air bersih memang merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Untuk mendapatkan sumber air beberapa dekade lampau kondisinya tidak sesulit sekarang. Mata air banyak, air dari sumur berlimpah, bahkan air permukaan pun masih layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti sudah membudaya di negeri ini, Jika sudah terjadi, barulah kita sadar untuk kemudian perduli.  Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga dan melestarikan akses ke sumber air yang masih ada serta kurangnya perhatian dari pihak terkait untuk menanggulanginya merupakan permasalahan serius yang membuat kepala kita “pecah” memikirkannya suatu saat nanti.

Air merupakan unsur utama bagi hidup kita di planet ini. Kita mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air kita akan mati dalam  beberapa hari saja. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern  kita, air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi. Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga terhadap cemaran. Namun kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan. Hampir setengah penduduk dunia dan hampir seluruhnya di negara-negara berkembang, menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air, atau oleh air yang tercemar
Aer ini, semua yang ada alam ini ya punya yang diatas, saya cuma dititipin sumber air ini, alangkah baiknya kalo saya berbagi, dan saya gak munafik untuk menyambung idup dari dulu gini-gini aja asal buat makan sama anak aja”. Ucap Pak Sudharta dengan nada lirih sambil melihat kearah istrinya.


Hasil studi memprediksikan bahwa Indonesia termasuk negara yang terancam akan mengalami krisis air bersih ditahun 2025. Apakah kalian merasakannya? Dimana – mana orang sibuk mencari air bersih yang sepertinya sudah menjadi barang langka padahal air adalah product gratis pemberian Tuhan untuk manusia tanpa harus bersusah payah untuk memproduksi dan kita sebagai manusia hanya diwajibkan menjaga agar air tetap bersih sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia sendiri
                                         
Karena memang ini kebutuhan pokok masyarakat, dikatakan kan pokok? Cobalah kita sama sama sadar, walaupun saya dapet uang ya dari aer tapi terkadang saya sedih liat masyarakat waktu dateng kemarau berkepanjangan seperti sekarang-karang ini, cobalah bareng-bareng kita jaga aer yang masih ada, hemat aer, jangan buang sampah sembarangan apalagi disungai, harepan saya juga cobalah pihak terkait seperti pemertintah dan pihak swasta kerja sama, coba beri peringatan, cari solusi gimana cara ngakhirin krisis aer bersih terutama didaerah ini”. Pesan pak Sudharta di akhir pembicaraan.

Ya, terasa sangat penting memang menjaga lingkungan, menjaga keterandalan air bersih agar tidak menyesal dikemudian hari. Mungkin lagu dari grup band Slank berikut bisa mewakili pendapat akan fenomena krisis air dan sedikit memotivasi kita untuk tetap menjaga dan memelihara lingkungan.

Ketika sungai sungai kotor, Mata air terkontaminasi
Ketika air tanah berlimbah, Jangan cuma diam dan menunggu, Berbuatlah untuk air.
Ketika sumur sumur mengering, Ketika bumi makin memanas
Sumber kehidupan gak ada lagi, Jangan cuma diam dan menunggu
Hey berhematlah berhematlah, Berhematlah untuk air
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Ketika kesegaran hilang, Ketika kehausan datang
Ketika kematian menjelang, Jangan cuma diam jangan menunggu
Berlarilah berlarilah berlarilah, Berlarilah untuk air

Ember kosong mencuri tenang dari tidurku, Lagi lagi bingkai mimpi kehilangan satu sudut
Percuma aku bangun, Yang kulihat hanya bumi menangis sendu, Air berteriak sampai kering
Detak jantung hutan berhenti ditusuki ranting kering, Penyakit datang berakhir kematian
Bukan karena perang tapi langkanya air bersih,
Kotori saja bumi kita biar senang puaskan diri sendiri
Habiskan sumber mata air kita buat cepat dunia binasa
Apakah itu keinginan kita?
Apa yang telah kita lakukan pada bumi kita?
Sampai kapan aku butuh nafas untuk berhati bersih?
Bumi rindu penyelamat air kehidupan
Apakah anda penyelamat itu?
Ayo beri air pada anak cucu, Tapi bukan air mata

Cadangan air baku atau air bersih terutama di kota-kota besar kini sudah semakin menipis dan sulit didapat. Bila tidak kita mulai sekarang untuk turut berperan mengembalikannya, lalu kapan lagi ? Haruskah negara yang “katanya” kaya akan air justru krisis air akibat perbuatan kita sendiri?